INFORMASI TEMPAT KOST KOTA BANDUNG

Ikon

Just another WordPress.com weblog

BAGI HASIL BISNIS KAMAR KOS

good

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 742/XIV

Bapak Safir yang terhormat,

Saya bermaksud merenovasi rumah ibu saya. Tadinya rencana seadanya saja. Tapi suami kemudian menyarankan dibangun dua tingkat sekalian untuk dibuatkan kamar kos-kosan. Kebetulan rumah orang tua dekat dengan sebuah perguruan tinggi. Tentunya nanti akan ada pembagian hasil antara ibu saya sebagai pemilik rumah dengan saya sebagai pemberi modal.

Yang ingin saya tanyakan, bagaimana idealnya persentase pembagian modal ini bila kelak bisnis kos-kosan sudah jalan? Sampai berapa lama pula?

Sebagai tambahan informasi, saya punya empat kakak dan satu adik. Di rumah Ibu juga ada keluarga kakak saya yang pernah membantu merenovasi rumah Ibu tahun 1991. Namun karena keterbatasan dana, mereka cuma membangun separuh lantai dua (untuk jemuran dan kamar mandi).

Sebetulnya saya tak enak hati kalau minta bagi hasil. Tapi karena saya tidak bekerja dan suami saya “cuma” pegawai negeri, tentunya kami juga ingin menambah penghasilan, di samping tetap membantu orang tua. Sudah benarkah langkah kami? Bagaimana pula dengan kakak-kakak dan adik saya, apakah mereka juga mesti diberi pembagian hasil? Terima kasih atas sarannya.

Ny. Y – Kalimantan Timur

Jawab:

Ibu Y di Kalimantan Timur,

Mengingat Anda tidak bekerja dan suami “cuma” pegawai negeri, tentunya akan lebih baik jika Anda memiliki tambahan penghasilan. Artinya, saran suami Anda untuk merenovasi rumah menjadi dua tingkat agar bisa disewakan untuk indekos bisa dipertimbangkan.

Hal yang perlu diingat, penghasilan dari indekos mungkin saja tidak bisa langsung didapat. Sebab, ada kemungkinan tempat kos-kosan yang Anda sediakan ini tidak bisa langsung penuh. Namun tidak mengapa. Bukankah itu justru tantangan buat Anda untuk bisa mempromosikan tempat indekos Anda sehingga bisa penuh, kan?

Mengenai pembagian hasil, saya mengerti bahwa terkadang memang tidak enak kalau Anda harus meminta hasil dari orang tua Anda sendiri. Tapi saya pikir tidak apa-apa. Yang namanya bagi hasil, toh keduanya pasti sama-sama senang. Mengenai proporsinya, Anda bisa mempertimbangkan jumlah bagi hasil sekitar 60 (Anda) :40 (ibu Anda) karena Andalah yang membiayai pembangunan kamar-kamar kos di atas rumah ibu Anda.

Kalaupun rasa tidak enak itu masih menghantui Anda, tidak apa-apa Anda mempertimbangkan bagi hasil 50 : 50 saja. Asalkan tentu saja harus diatur dengan jelas, siapa yang membiayai pengeluaran rumah itu setiap bulannya.

Pilihan lain, Anda bisa saja meminta agar semua uang sewa kamar kos itu masuk ke kantong Anda, tetapi Anda-lah yang nanti akan (selain menjadi ibu kos) juga membiayai semua pengeluaran rumah tangga. Sehingga di sini ibu Anda tentu saja akan senang karena tidak perlu membiayai pengeluaran rumah.

Mengenai peran serta kakak dan adik, saya tidak menyarankan Anda membagi pemasukan sewa kamar kos dengan mereka. Pertama karena kamar-kamar kos tersebut memang dibangun atas biaya Anda. Kedua, Anda jugalah yang nanti akan menjadi ibu kos-nya. Paling-paling Anda perlu menanamkan saja pengertian bahwa mereka juga harus memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga kos-kosan tersebut mengingat pemasukan dari situ juga dipakai membiayai pengeluaran rumah tangga sehari-hari. Artinya, membiayai mereka-mereka juga.

Bagaimana, Bu? Mudah-mudahan cukup jelas ya. Selamat merenovasi rumah dan semoga sukses dengan bisnis kamar kosnya.

Filed under: - Foreword -,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: