INFORMASI TEMPAT KOST KOTA BANDUNG

Ikon

Just another WordPress.com weblog

[ Lokasi, Fasilitas, dan Kepekaan Harga ]

Bagi suatu usaha jasa seperti tampat kos, penempatan lokasi sangatlah penting untuk diperhatikan lebih mendalam.

Penentuan lokasi kos dapat mempertimbangkan jauh atau dekat dari kampus, mudah atau tidaknya dikunjungi oleh penghuni kos atau tamunya, tersedianya lahan parkir yang memadai, dan lingkungan yang sekitar kos yang mendukung, misal adanya warung disekitar kos sehingga memudahkan anak kos mencari makan

Fasilitas:

Segala sesuatu yang sengaja disediakan untuk dipakai atau digunakan serta dinikmati oleh penghuni kos, untuk menimbulkan tingkat kepuasan penghuni kos yang maksimal. Hal ini sangat menentukan sekali dalam masa – masa selanjutnya, sebab dengan menimbulkan suatu tingkat kepuasan yang tinggi dalam diri penghuni kos dapat mendorong mereka untuk loyal. Dengan menciptakan kesan baik, maka dapat membuat

penghuni kos yang sudah kos akan merasa puas dengan fasilitas tempat kos, sehingga para penghuni kos akan menceritakan pengalaman kos mereka terhadap teman – temannya yang lain.

Dan ini merupakan masukan positif bagi pemilik kos dan merupakan promosi gratis bagi pemilik kos dan dapat menarik minat mahasiswa yang lain untuk kos juga di tempat tersebut. (Kotler,1998)

Kepekaan harga adalah suatu pengukuran dari setiap individu atau segmen pasar atas perubahan harga (Sulivan, 2003)

Kepekaan harga meliputi pengukuran seperti kesediaan untuk membayar suatu merek, kepentingan harga dalam kategori keputusan, elastisitas, dan pengukuran lainnya yang terkait. (Monroe,1990).

Faktor – faktor yang mempengaruhi kepekaan harga:

1. Pengaruh nilai unik: pembeli kurang peka terhadap harga jika produk tersebut langka.

2. Pengaruh nilai kesadaran atas produk pengganti: pembeli semakin kurangpeka terhadap harga jika mereka tidak menyadari adanya produk pengganti.

3. Pengaruh perbandingan yang sulit: pembeli semakin kurang peka terhadap harga jika mereka tidak dapat dengan mudah membandingkan kualitas barang pengganti.

4. Pengaruh pengeluaran total: pembeli semakin kurang peka terhadap harga jika pengeluaran tersebut semakin rendah dibandingkan total pendapatan.

5. Pengaruh manfaat akhir: pembeli semakin kurang peka terhadap harga jika pengeluaran tersebut semakin kecil dibandingkan dengan biaya total produk akhirnya.

6. Pengaruh biaya yang dibagi: pembeli semakin kurang peka terhadap harga jika sebagian biaya ditanggung oleh pihak lain.

7. Pengaruh investasi tertanam: pembeli semakin kurang peka terhadap harga jika produk tersebut digunakan bersama dengan aktivitas yang dibeli sebelumnya.

8. Penggaruh kualitas harga: pembeli semakin kurang peka terhadap harga jika produk tersebut dianggap memiliki kualitas, gengsi aatu eksklusivitas lebih.

9. Pengaruh persediaan: pembeli semakin kurang peka terhadap harga jika mereka tidak dapat menyimpan produk tersebut.

Filed under: - Foreword -,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: