INFORMASI TEMPAT KOST KOTA BANDUNG

Ikon

Just another WordPress.com weblog

[ Defenisi Tempat Kost ]

Kurang sreg rasanya membahas tempat kost tanpa tahu awal mulanya, hehe😉

[ Awal mula budaya kost ]

Kata kost yang saat ini populer sebenarnya adalah turunan dari kata In de kost (dalam bahasa belanda). Aslinya definisi In de kost ini adalah ”makan di dalam” namun kalau dijabarkan lebih lanjut dapat pula berarti tinggal dan ikut makan di dalam rumah tempat kita menumpang tinggal.

Dulu, “in de kost” adalah sebuah gaya hidup yang cukup populer di kalangan menegah ke atas kaum pribumi. Untuk sebagian kalangan yang mengagung-agungkan budaya barat/Eropa khususnya Belanda, dengan trend semacam ini mereka berharap banyak agar anaknya dapat bersikap dan berprilaku layaknya bangsa Belanda atau Eropa yang dirasa lebih terhormat.

alun-alun_resize1

Orang Belanda ataupun bangsa Eropa kala itu memang sangat terpandang dan memiliki kedudukan tinggi dalam strata sosial di masyarakat terutama kalangan pribumi.  Mereka yang bukan orang Belanda dan ber-visi jauh ke depan menganggap perlunya anak mereka bersikap ”seperti” layaknya orang Belanda, dengan membayar sejumlah uang tertentu sebagai jaminan, anaknya diperbolehkan untuk tinggal di rumah orang Belanda yang mereka inginkan (tentunya dengan beberapa kondisi yang sudah diperhitungkan) dan resmilah si anak diangkat sebagai anak angkat oleh keluarga Belanda tersebut.

Setelah tinggal serumah dengan keluarga Belanda tersebut, (selain makan dan tidur) si anak tetap dapat bersekolah dan belajar menyesuaikan diri dengan gaya hidup keluarga tempat ia menumpang.  Nah di sinilah mungkin sisi paling penting dari konsep ”in de kost” jaman dulu yaitu mengadapatasi dan meniru budaya hidup, bukan sekedar hanya makan dan tidur saja…Namun diharapkan setelah berhenti menumpang, sang anak dapat cukup terdidik untuk mampu hidup mandiri sesuai dengan tradisi keluarga tempat dimana ia pernah tinggal. Yah kalo dipikir-pikir hampir mirip dengan konsep ”Home stay” di jaman sekarang.

products_9751

Lalu bagaimanakah dengan konsep in de kost saat ini?

Seiring berjalannya waktu dan berubahnya jaman, sekarang khalayak umum lebih senang menyebut istilah in de kost dengan menyingkatnya menjadi ”kos” saja.

Dimana-mana, terutama di berbagai daerah sentra pendidikan tumbuh berjamuran rumah-rumah (bahkan bangunan khusus) yang menawarkan jasa kost bagi para pelajar/mahasiswa yang membutuhkannya, tentunya semuanya tidak ada yang gratis, dengan sejumlah bayaran tertentu setiap periode barulah kita dapat menumpang hidup di tempat yang kita inginkan.

Pergeseran trend in de kost ini lambat laun diikuti pula oleh perubahan nilai sosial dan budaya dalam interaksi kehidupan di masing-masing pihak..
Tak jarang dalam perjalanannya, interaksi sosial kedua belah pihak semakin renggang dan cenderung berdiri sendiri.

Buat anak kost,

boro-boro dianggap sebagai anak angkat, disapa oleh pemilik rumah saja udah untung pada zaman sekarang, atau kalo beruntung mendapatkan perhatian sang empunya rumah di kala sakit, membutuhkan bantuan dsb. Namun rata-rata sih ga semuanya begitu, apalagi kalo kita kost-nya di daerah perkotaan, semakin terasa deh mulai hilangnya rasa kekeluargaan.

Kedepan, tempat kost harusnya bisa begini:

1

[][][]

Filed under: - Foreword -,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: