INFORMASI TEMPAT KOST KOTA BANDUNG

Ikon

Just another WordPress.com weblog

Jasa IKLAN KOSAN GRATIS

Kepada pemilik/pengelola rumah kost di kota Bandung yang ingin memberikan informasi kost dipersilahkan memasang iklan dengan gratis melalui blog ini dengan informasi yang valid, lengkap, jelas, dan bertanggung jawab.

Antara lain informasi:

1. Lokasi (Alamat jelas, informasi jarak/akses ke fasilitas-fasilitas umum/khusus terdekat seperti ke kampus, perkantoran, toko, dan lain-lain)

2. Fasilitas (Furnished/unfurnished, kamar mandi, tv, internet, air panas, parkir, keamanan, laundry, kantin, dsb)

3. Penjelasan keunggulan-keunggulan (harga, fasilitas, dan atau lokasi)

4. No kontak/e-mail yang bisa dihubungi kapan saja.

Kirim ke alamat email: themiphz@gmail.com

Informasi yang masuk akan kami cek dan proses/edit terlebih dahulu.

Filed under: - Foreword -,

Analisis Traffic infokostbandung.wordpress.com

Terimakasih banyak atas kunjungannya, semoga ada informasi yang berguna untuk para pengunjung.

3 bulan sejak blog ini launching telah meraih respon yang cukup baik dari para pengunjung, kami akan terus mengembangkan database dan menampilkan informasi tempat kost untuk wilayah kota Bandung.

Terimaksih untuk support, saran, kritikan, dan masukan, kami sangat membutuhkan feedback dari Anda, kedepan kami akan mengembangkan blog ini menjadi lebih detail dan akurat sesuai kebutuhan Anda.

1

Total kunjungan sampai hari ini (sejak bulan maret, april, dan mei 2009) sekitar 2000 hits. Dengan kata kunci sebagai berikut:

2

Ini menunjukkan bahwa kebutuhan pencarian tempat kost secara online (khususnya kota bandung) semakin diminati, sekali lagi kami mengucapkan terimakasih banyak atas kunjungan Anda.

Ditunggu feedbacknya ya ;-)

Filed under: - Foreword -,

Ilustrasi Usaha Tempat Kost

Ini ada sedikit ilustrasi tentang bisnis rumah kos-kosan. Barangkali ada yang mau coba buka usaha seperti ini, layak jadi acuan awal. Ceritanya begini, ada yang menawarkan sebuah rumah kos di kawasan perkantoran seharga Rp 600 juta. Kapasitas kamar 13 dengan tingkat hunian 100%, rata-rata sewanya Rp 550 ribu per bulan.Pertanyaannya adalah:

1. Apakah ini pantas untuk dijadikan investasi untuk jangka waktu 5 tahun?

2. Apa saja yang harus saya perhitungkan dalam membuat bisnis kos-kosan?

Jawaban:

Untuk menentukan apakah peluang ini merupakan penawaran investasi yang menarik atau tidak, maka harus menghitung dengan cermat Cost Benefit-nya. Secara sekilas berdasarkan informasi yang Anda berikan maka :

a. Proyeksi Pendapatan Kotor dari Kos-kosan setahun adalah 550rb x 12 x 13 = 85,8juta.

b. Asumsikan Pengeluaran untuk Pengelolaan Bisnis Kos-kosanan seperti Pengurus Kos, Penjaga Keamanan Kos, Pembantu, Lingkungan, PBB, Sampah, Listrik, Air, Telpon, Perawatan dan Perbaikan Rumah Kos akan membutuhkan +/- 30% dari Pendapatan.

c. Pajak Rumah Sewa adalah 10% final

d. Diasumsikan tidak perlu membeli furnitur lagi

e. Jangka waktu BEP adalah 600juta / (60% x 85.8juta) = 600 jt / 51,48jt = +/- 12 tahun.

f. Kenaikan harga tanah misalnya 10% per thn (sesuai rata-rata kenaikan NJOP dalam beberapa tahun terakhir)

g. Penurunan Nilai Bangunan sangat tergantung pada kondisi bangunan dari rumah kos saat ini. Berdasarkan perhitungan di atas maka sebaiknya bangunan ini bisa bertahan dalam jangka waktu minimal 12 tahun lagi tanpa perlu direnovasi secara besar-besaran.

h. Sebaiknya dicari tahu mengenai perkembangan nilai pasar dari properti ini, jika mempunyai kemungkinan yang besar bahwa nilai properti akan meningkat secara pesat maka ini bisa jadi pertimbangan bisnis yangmenarik. Jadi dalam berinvestasi rumah kos2an maka kita harus juga memperhatikan Profit dari Kenaikan Modal, tidak hanya dari Hasil Sewa saja.

Dengan kata lain jika dalam 5 tahun lagi harga rumah akan menjadi 2 x lipat maka Total Keuntungan kita adalah Total Pendapatan Bersih atas Sewa selama 5 tahun + Selisih Jual Beli dari Properti. Namun janganlah lupa bahwa Jual Beli Properti akan terkena Pajak Jual Beli, Biaya Notaris/AJB, BBN dan komisi jika ada. Jadi jika dijual maka Anda harus pertimbangkan Biaya saat Membeli dan juga Biaya saat Menjual.

Yang harus diperhatikan dalam pengelolaan Kos-kosan selain yang disebutkan di atas, maka Anda juga harus mempertimbangkan beberapa hal misalnya :

1. Pesaing yang sudah menjalankan bisnis serupa dalam jangka waktu yang lama (pesaing berpengalaman), Pesaing yang punya Rumah Kos-kosan lebih menarik dan bagus, Pesaing yang dekat dengan Kos-kosan atau Pesaing yang harga sewanya lebih murah dsb.

2. Potensi Pasar dari Bisnis Kos-kosanan di daerah tersebut. Bisa diamati dengan melihat Perkantoran yang terdapat di sekitar kos-kosan, universitas atau Akademi atau Sekolah Tinggi yang ada di seputar kos-kosan, atau mungkin Tempat Belanja dsb

3. Kondisi Lingkungan dan Alur Lalu Lintas di sekitar Kos-kosan, apakah dekat dengan
Jalan Raya, Macet atau Tidak, Bikin Suasana jadi Bising atau Ribut, dsb.

4. Ancaman Bencana misalnya Daerah Banjir Musiman, Daerah Aliran Sungai, dekat
Pembuangan Sampah, ada Sungai yang Tidak Mengalir dan kotor dsb.

5. Keamanan Lingkungan

6. Fasilitas Eksternall yang terdapat di sekitar (tapi bukan menjadi tetangga), misalnya
Perbelanjaan, Rumah Sakit, Pos Polisi, Pom Bensin, Toko Kelontong, Restoran atau Warung Makan dsb.

7. Fasilitas Internal seperti misalnya Sapu dan Pel kamar, Cuci Baju, Transportasi, Internet, TV Kabel, Telpon, Sarapan Pagi dsb.

Selamat berbisnis
Sumber : detikfinance

Filed under: - Foreword -, ,

Peluang Usaha – Tempat Kost

Melirik bisnis yang satu ini, memang kebanyakan orang akan enggan untuk berani memulainya, apalagi bagi Anda yang berkantong ‘tipis’ karena bisa dibilang bisnis ini memerlukan modal yang tidak sedikit. Namun karena keuntungan yang menggiurkan tiap bulannya, saya mereferensikan peluang usaha ini sebagai bisnis lahan uang baik bagi Anda yang bermodal cukup atau bermodal pas-pasan.

Usaha Kost merupakan upaya menyewakan kamar kepada perorangan / lebih yang dibayar setiap bulannya (biasanya awal bulan). Kawasan perkantoran, pabrik, pertokoan maupun sekolah dan kampus,adalah target utama dari bisnis ini.

Menurut saya, bisnis Kost ini sangatlah mudah, tidak memerlukan banyak tenaga dan fleksibel, terutama bagi Anda yang super sibuk. Sederhananya, kita tinggal menyiapkan tempat (kamar) , mengisinya dengan perabot-perabot utama, dan memiliki tenaga 1-2 orang untuk menjaga sekaligus merawat tempat tersebut. Memiliki banyak kamar untuk disewakan tentunya akan lebih baik untuk mendongkrak penghasilan.

Nah, untuk lebih jelasnya akan saya urai satu persatu.

PERSIAPAN AWAL

1. Lokasi
Cari lokasi yang tepat dan strategis di kawasan perkantoran, pertokoan, pabrik, sekolah maupun kampus, tidak harus bersebelahan namun memiliki akses yang mudah dijangkau. Usahakan memilih lokasi di pinggir jalan, jangan sampai lokasi yang berada di dalam gang.

Jika sudah ada bangunan di atasnya, Anda tinggal merenovasi seperlunya untuk menekan pengeluaran. Namun jika berupa tanah, Anda harus mengeluarkan modal lebih untuk membuat bangunan di atasnya. Keuntungannya, Anda bisa membuat lebih banyak bangunan kamar di atasnya, dan menatanya serapi mungkin agar bisa menarik calon penghuni.

2. Perijinan
Sebelum membuka usaha ini, sebaiknya Anda melakukan perijinan untuk membuka Rumah Kost kepada RT/RW setempat. Lakukan secara tertulis.

3. Bangunan dan Perlengkapannya

  • Pasang fasilitas listrik, air, dan kamar mandi.
  • Siapkan kamar yang berukuran standart, jangan terlalu sempit karena akan menimbulkan ketidaknyamanan penghuni, dan bisa saja penghuni akan beralih ke tempat lain.
  • Siapkan fasilitas kamar seperti tempat tidur, lemari, meja dan kursi.
  • Fasilitas pendukung tentunya akan memberi nilai ‘plus’ untuk usaha Anda. Siapkan fasilitas pendukung seperti dapur, ruang tamu, telepon dan televisi (bila perlu).
3. Siapkan / pasang aturan yang berlaku dalam Kost tsb.
Misalnya : Batas pemakaian alat-alat listrik, tamu yang datang/menginap, waktu pembayaran uang kost dsb.
4. Tentukan tarif kost dengan melihat pasaran harga, fasilitas dan pelayanan yang Anda berikan.

5. Minta data diri penghuni kost berupa fotocopy KTP untuk arsip Anda.

6. Anda bisa mengambil tenaga untuk melakukan pengawasan lokasi, sekaligus untuk menjaga kebersihan lingkungannya.

7. Seiring waktu berjalan, Anda pun bisa menambah fasilitas-fasilitas lain untuk meningkatkan ‘ranking’ kost Anda. Hal tersebut bisa Anda lakukan menyusul dan bertahap.

TIPS PERMODALAN

Bagi Anda yang bermodal tipis, tentunya ada solusi yang dapat saya berikan untuk Anda. Anda bisa membeli sebuah lahan (sebaiknya sudah berupa bangunan untuk menekan pengeluaran) dengan memanfaatkan pinjaman dari bank. Anda bisa mengambil KPR atau kalau menurut Anda terlalu lama, Anda bisa mengambil utang usaha jangka pendek dengan jaminan sertifikat lahan yang Anda beli.

Nah, nantinya Anda dapat membayar angsuran bank tersebut dari uang kost yang Anda terima tiap bulannya. Untuk awalnya memang berat karena nanti Anda belum bisa secara langsung menikmati hasil usaha Anda secara penuh karena untuk mengangsur pinjaman Bank. Tetapi toh pada akhirnya Anda telah memiliki properti yang nilainya akan terus meningkat bukan??

Usaha lain yang bisa digabung dalam usaha ini

Selain uang kost dari sewa kamar yang Anda terima tiap bulan, Anda pun bisa menambah pemasukan dengan beberapa peluang usaha berikut ini :

  1. Menyediakan layanan jasa Laundry
  2. Menyediakan layanan jasa katering
  3. Membuka ‘Wartel Mini’
  4. Membuka warung kecil dengan menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti sabun mandi, sabun cuci, gula, kopi, teh dll
Nah, itu tadi kiat-kiat yang dapat saya berikan bagi Anda yang berniat untuk membuka usaha Kost. Tentunya semua itu tidak bisa dilakukan semudah kita membalik tangan. Saya tunggu komentar Anda seputar peluang usaha kost, semoga dengan kita berbagi informasi dan pengalaman, dapat membantu rekan-rekan semuanya.

Filed under: - Foreword -,

BAGI HASIL BISNIS KAMAR KOS

good

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 742/XIV

Bapak Safir yang terhormat,

Saya bermaksud merenovasi rumah ibu saya. Tadinya rencana seadanya saja. Tapi suami kemudian menyarankan dibangun dua tingkat sekalian untuk dibuatkan kamar kos-kosan. Kebetulan rumah orang tua dekat dengan sebuah perguruan tinggi. Tentunya nanti akan ada pembagian hasil antara ibu saya sebagai pemilik rumah dengan saya sebagai pemberi modal.

Yang ingin saya tanyakan, bagaimana idealnya persentase pembagian modal ini bila kelak bisnis kos-kosan sudah jalan? Sampai berapa lama pula?

Sebagai tambahan informasi, saya punya empat kakak dan satu adik. Di rumah Ibu juga ada keluarga kakak saya yang pernah membantu merenovasi rumah Ibu tahun 1991. Namun karena keterbatasan dana, mereka cuma membangun separuh lantai dua (untuk jemuran dan kamar mandi).

Sebetulnya saya tak enak hati kalau minta bagi hasil. Tapi karena saya tidak bekerja dan suami saya “cuma” pegawai negeri, tentunya kami juga ingin menambah penghasilan, di samping tetap membantu orang tua. Sudah benarkah langkah kami? Bagaimana pula dengan kakak-kakak dan adik saya, apakah mereka juga mesti diberi pembagian hasil? Terima kasih atas sarannya.

Ny. Y – Kalimantan Timur

Jawab:

Ibu Y di Kalimantan Timur,

Mengingat Anda tidak bekerja dan suami “cuma” pegawai negeri, tentunya akan lebih baik jika Anda memiliki tambahan penghasilan. Artinya, saran suami Anda untuk merenovasi rumah menjadi dua tingkat agar bisa disewakan untuk indekos bisa dipertimbangkan.

Hal yang perlu diingat, penghasilan dari indekos mungkin saja tidak bisa langsung didapat. Sebab, ada kemungkinan tempat kos-kosan yang Anda sediakan ini tidak bisa langsung penuh. Namun tidak mengapa. Bukankah itu justru tantangan buat Anda untuk bisa mempromosikan tempat indekos Anda sehingga bisa penuh, kan?

Mengenai pembagian hasil, saya mengerti bahwa terkadang memang tidak enak kalau Anda harus meminta hasil dari orang tua Anda sendiri. Tapi saya pikir tidak apa-apa. Yang namanya bagi hasil, toh keduanya pasti sama-sama senang. Mengenai proporsinya, Anda bisa mempertimbangkan jumlah bagi hasil sekitar 60 (Anda) :40 (ibu Anda) karena Andalah yang membiayai pembangunan kamar-kamar kos di atas rumah ibu Anda.

Kalaupun rasa tidak enak itu masih menghantui Anda, tidak apa-apa Anda mempertimbangkan bagi hasil 50 : 50 saja. Asalkan tentu saja harus diatur dengan jelas, siapa yang membiayai pengeluaran rumah itu setiap bulannya.

Pilihan lain, Anda bisa saja meminta agar semua uang sewa kamar kos itu masuk ke kantong Anda, tetapi Anda-lah yang nanti akan (selain menjadi ibu kos) juga membiayai semua pengeluaran rumah tangga. Sehingga di sini ibu Anda tentu saja akan senang karena tidak perlu membiayai pengeluaran rumah.

Mengenai peran serta kakak dan adik, saya tidak menyarankan Anda membagi pemasukan sewa kamar kos dengan mereka. Pertama karena kamar-kamar kos tersebut memang dibangun atas biaya Anda. Kedua, Anda jugalah yang nanti akan menjadi ibu kos-nya. Paling-paling Anda perlu menanamkan saja pengertian bahwa mereka juga harus memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga kos-kosan tersebut mengingat pemasukan dari situ juga dipakai membiayai pengeluaran rumah tangga sehari-hari. Artinya, membiayai mereka-mereka juga.

Bagaimana, Bu? Mudah-mudahan cukup jelas ya. Selamat merenovasi rumah dan semoga sukses dengan bisnis kamar kosnya.

Filed under: - Foreword -,

Meraup duit dari usaha kos-kosan

[ sumber ]

Bisnis kos-kosan tak ada matinya. Apalagi lokasinya berada di pusat kota, dekat dengan tempat kerja, ataupun kampus mahasiswa.

Afrizal merasa beruntung punya rumah dekat dari kampus atau kampus yang berada dekat dari rumahnya. Kenapa tidak. Sejak lama, kampus telah menjadi berkah bagi perekonomian keluarganya karena mereka hidup dari menyewakan kamar demi kamar bagi mahasiswa.

Tidak kurang ada 20 kamar yang penuh terisi. Hampir tidak ada lahannya yang tersisa karena semuanya dibangun kamar kontrakan.

Itulah Afrizal, yang masih tetap bisa berkembang di tengah gempuran bisnis kontrakan yang mulai menjamur di sekitar rumahnya, di daerah Limau Manis, Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumbar.

“Saya tidak takut kamar kami sepi karena pada dasarnya setiap kontrakan punya pasar sendiri-sendiri,” begitu dia menanggapi fenomena menjamurnya kontrakan terorganisasi di lingkungannya, termasuk pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) bagi mahasiswa yang tengah dibangun di kampus Unand.

Kalau melihat pada perkembangan bisnis kos-kosan atau kontrakan dekat kampus memang kini sudah berkembang dengan pesat.

Keberadaan kampus perguruan tinggi di sejumlah kota bahkan menjadi urat nadi dalam menggerakan transaksi ekonomi. Sebut saja, Depok, Yogyakarta, Bandung, Padang, dan sejumlah kota lain yang memiliki karakter yang tidak jauh berbeda dengan kota yang disebutkan itu. Keberadaan kampus menciptakan captive market bagi bisnis kontrakan. Tidak heran banyak wilayah yang ekonominya digerakkan oleh bisnis kontrakan semacam itu.

Begitu pun, Zulkarnaen mendapatkan mimpinya untuk memiliki pendapatan tetap setelah pensiun dari pekerjaan sebagai salah satu pejabat eselon II di salah satu instansi pemerintah di Jakarta.

Sejak dua tahun lalu, dia telah menyiapkan ladang barunya. Bermodalkan pinjaman bank sekitar Rp400 juta dan ditambah dari uang tabungan yang disimpan sedikit demi sedikit sejak lama, dia memberanikan diri membangun rumah kontrakan dengan tambahan dana dari pinjaman perbankan.

Kini, sudah hampir setahun Zulkarnaen menghabiskan hari-harinya untuk mengurus rumah kontrakan dengan 19 unit kamar.

Pilih lokasi

b46fdd3cb0c97cad7a95851d16bacd1c

Mengembangkan usaha kos-kosan bisa dilakukan banyak orang karena sifat usaha yang tidak rumit. Begitu menggiurkannya bisnis ini, tidak sedikit dari kelompok pengusaha besar juga menggarap secara khusus usaha kontrakan mahasiswa.

Mereka bersaing dengan pemilik rumah kos-kosan dan kontrakan dalam skala yang berbeda tentunya. Tidak heran, pengembangan usaha kontrakan bisa beragam. Mulai dari skala rumah susun atau flat hingga rumah lingkungan.

Pada dasarnya, usaha rumah kontrakan itu memang tidak harus dikembangkan dengan skala besar, tapi dengan lahan 200 m2 hingga 300 m2 pun sudah cukup untuk memulai bisnis kontrakan. Yang terpenting dari bisnis ini terletak pada kejelian dalam memilih lokasi, di mana faktor kedekatan dengan kampus menjadi syarat utama.

Makanya tidak heran kawasan seperti Depok atau Yogyakarta menjadi tempat yang prospektif bagi bisnis tersebut. Secara umum hampir semua ibu kota provinsi di Indonesia memiliki prospek bagus untuk digarap dari sisi bisnis semacam ini.

Hanya saja tentu tidak semua sudutnya bisa digarap karena calon investor harus memilih lokasi yang dekat dengan perguruan tingginya. Berbicara prospek tarif sewa kontrakan atau kos-kosan tentu akan berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lain.

Yang jelas tingkat tarif kontrakan mahasiswa tidak akan sebesar tarif apartemen. Misalnya, di Depok tarif sewa kontrakan mahasiswa berkisar Rp150.000 hingga Rp400.000 per bulan.

Untuk ukuran rasio investasi di Depok jelas tarif sebesar itu sudah sangat memadai untuk digarap. Sehubungan dengan perkembangan bisnis ini yang terus maju, ada sejumlah daerah yang mulai ketat menerapkan pengenaan pajak atas objek usahanya.

Depok termasuk salah satu kota yang mulai ketat menerapkan perpajakan usaha kos-kosan.

Dalam hal ini, yang dianggap usaha kos-kosan yang wajib membayar pajak adalah yang memiliki kamar di atas 10 unit. Adapun rumah kos yang berkamar kurang dari 10 unit bebas dari pajak kos. Besaran pajak yang dikenakan mencapai 5% dari total pendapatan setiap bulan dengan mengacu pada Undang-Undang No. 34/2000 dan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok No. 02/2002 tentang Pajak Hotel, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Restoran, dan Pajak Parkir tertanggal 7 Maret 2002 yang diundangkan dalam Lembaran Daerah Kota Depok pada 8 Maret 2002.

Beberapa waktu lalu, kalangan pengelola Kampus Unand Padang mulai serius mengembangkan pemondokan bagi mahasiswa. Sejumlah blok rumah susun dikembangkan di dekat kampus itu untuk menampung sebagian dari mahasiswa perguruan tinggi itu yang jumlah lebih dari 10.000 orang.

Selama ini, keberadaan kampus itu telah ikut menggerakkan usaha produktif masyarakat di sekitarnya dalam bentuk bisnis pemondokan mahasiswa. Hampir semua rumah masyarakat di sekitar kampus difungsikan sebagai pemondokan mahasiswa. Bahkan ada beberapa investor yang sudah masuk dalam tahap pengembangan flat komersial untuk mengelola pasar hunian bagi kalangan kampus di Unand.

Filed under: - Foreword -,

[ Lokasi, Fasilitas, dan Kepekaan Harga ]

Bagi suatu usaha jasa seperti tampat kos, penempatan lokasi sangatlah penting untuk diperhatikan lebih mendalam.

Penentuan lokasi kos dapat mempertimbangkan jauh atau dekat dari kampus, mudah atau tidaknya dikunjungi oleh penghuni kos atau tamunya, tersedianya lahan parkir yang memadai, dan lingkungan yang sekitar kos yang mendukung, misal adanya warung disekitar kos sehingga memudahkan anak kos mencari makan

Fasilitas:

Segala sesuatu yang sengaja disediakan untuk dipakai atau digunakan serta dinikmati oleh penghuni kos, untuk menimbulkan tingkat kepuasan penghuni kos yang maksimal. Hal ini sangat menentukan sekali dalam masa – masa selanjutnya, sebab dengan menimbulkan suatu tingkat kepuasan yang tinggi dalam diri penghuni kos dapat mendorong mereka untuk loyal. Dengan menciptakan kesan baik, maka dapat membuat

penghuni kos yang sudah kos akan merasa puas dengan fasilitas tempat kos, sehingga para penghuni kos akan menceritakan pengalaman kos mereka terhadap teman – temannya yang lain.

Dan ini merupakan masukan positif bagi pemilik kos dan merupakan promosi gratis bagi pemilik kos dan dapat menarik minat mahasiswa yang lain untuk kos juga di tempat tersebut. (Kotler,1998)

Kepekaan harga adalah suatu pengukuran dari setiap individu atau segmen pasar atas perubahan harga (Sulivan, 2003)

Kepekaan harga meliputi pengukuran seperti kesediaan untuk membayar suatu merek, kepentingan harga dalam kategori keputusan, elastisitas, dan pengukuran lainnya yang terkait. (Monroe,1990).

Faktor – faktor yang mempengaruhi kepekaan harga:

1. Pengaruh nilai unik: pembeli kurang peka terhadap harga jika produk tersebut langka.

2. Pengaruh nilai kesadaran atas produk pengganti: pembeli semakin kurangpeka terhadap harga jika mereka tidak menyadari adanya produk pengganti.

3. Pengaruh perbandingan yang sulit: pembeli semakin kurang peka terhadap harga jika mereka tidak dapat dengan mudah membandingkan kualitas barang pengganti.

4. Pengaruh pengeluaran total: pembeli semakin kurang peka terhadap harga jika pengeluaran tersebut semakin rendah dibandingkan total pendapatan.

5. Pengaruh manfaat akhir: pembeli semakin kurang peka terhadap harga jika pengeluaran tersebut semakin kecil dibandingkan dengan biaya total produk akhirnya.

6. Pengaruh biaya yang dibagi: pembeli semakin kurang peka terhadap harga jika sebagian biaya ditanggung oleh pihak lain.

7. Pengaruh investasi tertanam: pembeli semakin kurang peka terhadap harga jika produk tersebut digunakan bersama dengan aktivitas yang dibeli sebelumnya.

8. Penggaruh kualitas harga: pembeli semakin kurang peka terhadap harga jika produk tersebut dianggap memiliki kualitas, gengsi aatu eksklusivitas lebih.

9. Pengaruh persediaan: pembeli semakin kurang peka terhadap harga jika mereka tidak dapat menyimpan produk tersebut.

Filed under: - Foreword -,

[ Defenisi Tempat Kost ]

Kurang sreg rasanya membahas tempat kost tanpa tahu awal mulanya, hehe ;-)

[ Awal mula budaya kost ]

Kata kost yang saat ini populer sebenarnya adalah turunan dari kata In de kost (dalam bahasa belanda). Aslinya definisi In de kost ini adalah ”makan di dalam” namun kalau dijabarkan lebih lanjut dapat pula berarti tinggal dan ikut makan di dalam rumah tempat kita menumpang tinggal.

Dulu, “in de kost” adalah sebuah gaya hidup yang cukup populer di kalangan menegah ke atas kaum pribumi. Untuk sebagian kalangan yang mengagung-agungkan budaya barat/Eropa khususnya Belanda, dengan trend semacam ini mereka berharap banyak agar anaknya dapat bersikap dan berprilaku layaknya bangsa Belanda atau Eropa yang dirasa lebih terhormat.

alun-alun_resize1

Orang Belanda ataupun bangsa Eropa kala itu memang sangat terpandang dan memiliki kedudukan tinggi dalam strata sosial di masyarakat terutama kalangan pribumi.  Mereka yang bukan orang Belanda dan ber-visi jauh ke depan menganggap perlunya anak mereka bersikap ”seperti” layaknya orang Belanda, dengan membayar sejumlah uang tertentu sebagai jaminan, anaknya diperbolehkan untuk tinggal di rumah orang Belanda yang mereka inginkan (tentunya dengan beberapa kondisi yang sudah diperhitungkan) dan resmilah si anak diangkat sebagai anak angkat oleh keluarga Belanda tersebut.

Setelah tinggal serumah dengan keluarga Belanda tersebut, (selain makan dan tidur) si anak tetap dapat bersekolah dan belajar menyesuaikan diri dengan gaya hidup keluarga tempat ia menumpang.  Nah di sinilah mungkin sisi paling penting dari konsep ”in de kost” jaman dulu yaitu mengadapatasi dan meniru budaya hidup, bukan sekedar hanya makan dan tidur saja…Namun diharapkan setelah berhenti menumpang, sang anak dapat cukup terdidik untuk mampu hidup mandiri sesuai dengan tradisi keluarga tempat dimana ia pernah tinggal. Yah kalo dipikir-pikir hampir mirip dengan konsep ”Home stay” di jaman sekarang.

products_9751

Lalu bagaimanakah dengan konsep in de kost saat ini?

Seiring berjalannya waktu dan berubahnya jaman, sekarang khalayak umum lebih senang menyebut istilah in de kost dengan menyingkatnya menjadi ”kos” saja.

Dimana-mana, terutama di berbagai daerah sentra pendidikan tumbuh berjamuran rumah-rumah (bahkan bangunan khusus) yang menawarkan jasa kost bagi para pelajar/mahasiswa yang membutuhkannya, tentunya semuanya tidak ada yang gratis, dengan sejumlah bayaran tertentu setiap periode barulah kita dapat menumpang hidup di tempat yang kita inginkan.

Pergeseran trend in de kost ini lambat laun diikuti pula oleh perubahan nilai sosial dan budaya dalam interaksi kehidupan di masing-masing pihak..
Tak jarang dalam perjalanannya, interaksi sosial kedua belah pihak semakin renggang dan cenderung berdiri sendiri.

Buat anak kost,

boro-boro dianggap sebagai anak angkat, disapa oleh pemilik rumah saja udah untung pada zaman sekarang, atau kalo beruntung mendapatkan perhatian sang empunya rumah di kala sakit, membutuhkan bantuan dsb. Namun rata-rata sih ga semuanya begitu, apalagi kalo kita kost-nya di daerah perkotaan, semakin terasa deh mulai hilangnya rasa kekeluargaan.

Kedepan, tempat kost harusnya bisa begini:

1

[][][]

Filed under: - Foreword -,

We're sill under construction :)

Statistik Blog

  • 206,906 hits

RSS [ Detik ]

  • Garda Nasdem Bertikai dengan Marinir di Gambir
    Anggota Garda Nasdem yang sedang menaiki bus untuk menghadiri peringatan Hari Pancasila di Monas terlibat pertikaian dengan anggota Marinir. Akibatnya bus yang ditumpangi anggota Nasdem kaca-kacanya pecah.
  • Konser Lady Gaga Batal, FPI Gelar Syukuran
    Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan pengajian rutin bulanan oleh ormas Front Pembela Islam (FPI) di Jl Petamburan 3, Tanah Abang, Minggu (3/6/2012) ini. Jika biasanya konsumsi yang dibagikan adalah snack kotak, kali ini adalah nasi kebuli.
  • Lima Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Daftar ke PDIP
    Sebanyak lima calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) telah mengembalikan formulir pendaftaran ke panitia seleksi DPD PDIP Sumut. Selanjutnya, panitia seleksi akan melakukan verifikasi.
  • Bupati Pukul Ketua Partai Demokrat dengan Pistol
    Kepolisian Resor Mamuju, Sulawesi Barat menerima laporan ketua Dewan Pimpinan Cabang ( DPC ) Partai Demokrat Majene, Sulawesi Barat Fendra yang mengaku dipukul bupati Mamuju, Suhardi Duka dengan menggunakan pistol.

RSS Bandung News

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.